tembok

tembok’ku itu ungkapan perasaan

ada sedih dan tawa, pula cinta dan makian

tembok’ku itu seperti kawan

dan kini suci bagai perawan

: menanti kisah yang tak terucapkan

3 Responses to “tembok”

  1. aneze Says:

    Dinding penyimpan sejuta cerita
    sayatan sayatan duka
    dan segala tawa bahagia.
    masihkah kau bersedia
    menampung kata kata
    meski bukan mutiara
    dari kami, yang dahulu adalah kita!

  2. Thomas Silvano Says:

    kawan

    aku terkapar
    mabuk kenangan
    yang tumpah dari
    botol-botol ingatan
    yang terhuyung
    menggenggam waktu

    aku mabuk kenang
    ingat yang tertuang

  3. rolls Says:

    “kuceritakan pada dinding
    tentangmu kepadaku
    hingga mereka merobohkan kamarku”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.