March 30, 2009 by wanitamalamku
<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}
Ia merenung sendiri di bawah pohon besar di dalam sepi
tak ada yang tahu apakah dia ingin mati
atau hanya sekedar mengasingkan diri
kemudian datang seseorang, ia nampak kebingungan
terlihat sedang mencari bongkahan hati
yang belum sempat dia obati
“Aku mengkhawatirkan dirimu, ayo kawan
kembalilah bersamaku. Kita rajut angan!”
tidak ingin merajut angan, ia pilih larut dalam kesedihan..
Posted in Uncategorized | 1 Comment »
March 30, 2009 by wanitamalamku
Dibangku itu
Dibangku itu,
Membekas sisa-sisa senyumanmu,
yang terasa hampa
ketika tawa yang ada hanya untuk sembunyikan pilu
“ inginku bukan lagi menjadi anganmu “,
begitu katamu setelah kau terdiam sejenak
engkau masih sembunyikan airmatamu
ketika waktu menghimpitku dan terasa sesak
Dibangku itu,
masih tersisa airmataku,
yang enggan kuseka
saat diam’mu bangunkan aku dari mimpi indahku
Posted in Uncategorized | Leave a Comment »
February 20, 2009 by wanitamalamku
Cekik leherku,
jilat air mataku,
resapi, dan biarkan larut menjadi tawamu
Posted in Uncategorized | 2 Comments »
February 17, 2009 by wanitamalamku
Suatu Pagi
Embun pagi bisikkan suara merdu
Melirik, berpaling acuh bertudung kalbu
Kicau burung bersautan tak beraturan
Sambut mentari, sisihkan rembulan
Aku masih disini
Mematung, menatap hari yang kan kulalui
Aku tetap disini
Berharap, terus berharap sesal itu menjadi mimpi
Posted in Uncategorized | Leave a Comment »
December 21, 2008 by wanitamalamku
tembok’ku itu ungkapan perasaan
ada sedih dan tawa, pula cinta dan makian
tembok’ku itu seperti kawan
dan kini suci bagai perawan
: menanti kisah yang tak terucapkan
Posted in Uncategorized | 3 Comments »
December 21, 2008 by wanitamalamku
kurindukan datangnya gelap
tenang, terbang melayang
jatuh ke dasar sepi
tak lagi kurasakan sinar mentari
di pagi cerah
hanya kumpulan kisah yang telah terjadi
dan cekung mata yang bertambah parah
kurindukan saatku terlelap
saat air laut mulai pasang,
dan bawaku jelajah mimpi
Posted in Uncategorized | 2 Comments »
December 21, 2008 by wanitamalamku
Luna Maya
cantik dan muda,
memikat lelaki
Dorce Gamalama
yang dipanggil ‘bunda’,
dulunya lelaki
Posted in Uncategorized | 1 Comment »
August 13, 2008 by wanitamalamku
Tanah surga
Dari sanalah kau berasal
Di taman indah
Di belakang istana
Ada yang bertuan
Ada yang dijaga senjata
Kadang kau buatku bahagia
Tak jarang kau buatku kesal
Sosokmu datangkan gundah
Bagiku selalu mempesona
Aku jatuh dalam lamunan
Diselamatkan oleh canda
‘040703…ikz
Posted in Uncategorized | 2 Comments »
August 13, 2008 by wanitamalamku
- dia -
Kemarin kau menggoda
Hari ini aku terlena
Esok kau ciptakan neraka
Sungguh terlalu
Kau memang keras kepala!
‘140106…ikz
Posted in Uncategorized | 1 Comment »